IPA SEBAGAI DASAR PERKEMBANGAN TEKNOLOGI, IPTEK MASA DEPAN, DAN BIOTEKNOLOGI

Gelombang pertama (Revolusi Industri), berlangsung pelan-pelan dari tahun 1770-an s.d.1830-an. Gelombang pertama ini didasarkan pada pe... thumbnail 1 summary


Gelombang pertama (Revolusi Industri), berlangsung pelan-pelan dari tahun 1770-an s.d.1830-an. Gelombang pertama ini didasarkan pada pengembangan dan penerapan mesin uap secara besar-besaran dalam industri tekstil, industri pengolahan besi dan keramik

*      Gelombang kedua: berlangsung dari tahun 1830-an s.d. 1880-an, yang merupakan era aplikasimesinSuapdalamperkereataapian. Ketika itu muncul industri pertama yang membuat perkakas, diikuti oleh industri alat-alat transportasi.
*      Gelombang ketiga, dimulai tahun 1880-an s.d. tahun 1940-an, yang ditandai oleh oleh berkembangnya electrical engineering dan industri berat. Indutri yang dominan pada waktu itu memungkinkan dihasilkannya kapal-kapal dari baja, persenjataan berat, mesin-mesan berat dalam industri kimia, listrik, dan bahan-bahan sentetik. Ini adalah era ketika manusia mulai menikmati otomotif seperti mobil, kapal, radio, dan barang-barang yang dapat dipakai tahan lama (consumer durables). 
*      Gelombang keempat, dimulai sejak Perang Dunia II dan berlangsung sampai tahun 1980-an, yang dikenal dengan julukan the age of fordist mass production, ditandai oleh industri mobil, pesawat terbang, fine chemicals, consumer durables, petrochemical, dan bahan sintetis. Pada akhir periode ini mikroelektronika menjadi penting. Peran ilmu dalam memicu teknologi sangat menonjol, sehingga pusat-pusat penelitian, pengembangan dan rekayasa diadakan disemua industri.
*      Gelombang kelima, yang merupakan era informasi komunikasi. Yang mendominasi dalam era ini adalah teknologi berbasis elektronika, perangkat lunak, telekomunikasi, robotic, material baru, bioteknologi. Sistem produksi menjadi fleksibel sehingga organisasi hierarki diganti dengan system jaringan dan sistem kerja sama. Pekerja dituntut untuk lebih multi-skillee, serta mampu menggalang kerja sama dalam bentuk jaringan menurut keterkaitan strategis.

A.    Ilmu Pengetahuan Alam Sebagai Dasar Perkembangan Teknologi

            Konsep ilmu pengetahuan alam sebagai dasar pengembangan teknologi berawal dari sebuah keingintahuan mengenai sesuatu yang belum diketahui oleh manusia. Keingintahuan tersebut mendorong seseorang untuk mencari prinsip atau teori yang diperoleh melalui percobaan. Pengkajian ini bertujuan untuk memenuhi penjelasan dari objek (benda dan energi) dan peristiwa alam. Para ilmuwan menempatkan ilmu pengetahuan alam dasar sebagai ilmu dasar bagi ilmu terapan dan teknologi. Teknologi dapat dibentuk dari pengetahuan alam dasar karena ilmu pengetahuan alam dasar ini berperan dalam mengendalikan teknologi melalui prinsip dan teorinya. Ilmu pengetahuan alam dasar dan pengendalian alam dari ilmu pengetahuan alam terapan digunakan teknologi untuk menyusun objek-objek, membuat kontruksi alam dan membuat alat untuk mengendalikan cara alam bekerja. Ilmu pengetahuan alam sebagai dasar pengembangan teknologi saat ini berkembang pesat. Misalnya saja dalam peningkatan kesehatan, penyediaan energi, dan perkembangan
industri.

Ilmudalambidang IPA dan pemanfaatannya dapat kita bedakan dalam IPA dasar atau murni, IPA terapan, dan teknologi. IPA dasar, IPA terapan, dan teknologi mengkaji bahan pokok yang sama, yaitu alam. Perbedaan ketiganya terletak pada aspek yang dikajinya. Menurut Amor et al. (1988), ilmuwan IPA dasar mencoba untuk memahami bagaimana alam bekerja. Sedangkan ilmuwan IPA terapan mencoba mencari cara untuk mengendalikan cara alam bekerja. Menurut White & Fredriksen (2000), IPA dapat dipandang sebagai proses untuk membentuk hokum, model, dan teori yang memungkinkan orang untuk memprediksi, menjelaskan, dan mengendalikan tingkah laku.

Konsep-konsep IPA dasar terbentuk dari keingintahuan mengenai sesuatu yang belum diketahui orang, keingintahuan itu menuntun kea rah mencari prinsip atau teori yang A dapat A diperoleh dari hasil pengkajian, yaitu melalui percobaan. Pengkajian ini merupakan pengkajian yang tidak bermaksud untuk mencari kondisi atau proses optimal yang diharapkan, melainkan hanya untuk memenuhi penjelasan dari objek (benda dan energy) dan peristiwa alam. Konsep-konsep IPA dasar merupakan konsep-konsep IPA mengenai kondisi, interaksi dan peristiwa dari kondisi yang normal (biologi) atau ideal (fisika). Dalam konsep-konsep IPA dasar, seringkali ada variabel (parameter), yang dalam kenyataannya berpengaruh, tidak dimasukkan ke dalam konsep-konsepnya. Konsep-konsep itu sengaja disusun secara ideal atau normal agar berlaku umum, yang berarti dapat digunkan kapan saja dan dimana saja. Keberlakuan umum konsep-konsep tersebut luas, sehingga berfungsi sebagai konsep-konsep dasar bagi IPA terapan dan teknologi. Para ilmuwan menempatkan IPA dasar sebagai ilmu dasar bagi ilmu-ilmu terapan dan teknologi. Teknologi dapat dibentuk dari IPA, tetapi dapat juga terbentuk tanpa IPA. Teknologi tanpa IPA dapat diibaratkan sebagai mobil yang mesinnya hidup dan bergerak maju, tetapi tanpa sopir. Betapa berbahayanya mobil itu, karena dapat menabrak apa saja yang ada di depannya. Jika ada sopir di dalam mobil itu, sopir akan mengendalikan mobil, sehingga mobil itu aman dan bermanfaat bagi manusia, sopir itulah IPA. Jadi, IPA ada dalam teknologi dan mengendalikan teknologi, sehingga teknologi aman dan bermanfaat bagi manusia. Prinsip-prinsip dan teori-teori IPA dasar dan pengendalian alan dari IPA terapan digunakan dalam teknologi untuk menyusun objek-objek, membuat konstruksi di alam, dan membuat alat untuk mengendalikan cara alam bekerja.

Konsep teknologi menggunakan konsep IPA dasar dan terapan, contohnya adalah merancang cara untuk membuat tanah berpori-pori, agar tanah dapat menyimpan banyak air kohesi, misalnya dengan membenamkan kompos atau bahan organic yang lain ke dalam tanah dengan menggunkan teknik dan perhitungan tertentu.

Sains dan Teknologi telah melekat erat ke dalam setiap gaya hidup dan kehidupan modern, bahkan begitu pentingnya bagi pelajar ataupun mahasiswa, dan menjadi tuntutan dalam kehidupan professional kita, maka belajar sains dan mengembangan keterampilan sains dan teknologi pada saat ini adalah sangat penting dan menjadi keniscayaan. Pentingnya terampil berkomunikasi dapat dibuktikan secara sepintas melalui berbagai surat kabar harian/Koran. Kebanyakan lowongan pekerjaan untuk posisi-posisi penting selalu mempersyaratkan penguasaan teknologi. Bahkan saat ini begitu terasa pentingnya bagi para pelajar Indonesia bertepata dengan usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan investasi asing di Indonesia.

B.      Perkembangan Teknologi
Perkembangan Teknologi mengakibatkan perubahan signifikan terhadap seluruh aspek
kehidupan manusia. Perkembangan teknologi informasi meliputi perkembangan infrastruktur teknologi, khususnya dalam bidang teknologi informasi, seperti adanya hardware, software, teknologi penyimpanan data (storage), dan teknologi komunikasi (Laudon, 2006: 174). Perkembangan teknologi tidak hanya mempengaruhi dunia bisnis, tetapi juga bidang-bidang lain, seperti kesehatan,pendidikan, pemerintahan, dan lain-lain. Tahun 1650 sampai dengan 1955 dinyatakan oleh Alvin Toffler sebagai era industri. Era ini dimulai dengan terjadinya revolusi industri, yaitu sejak ditemukannya mesin-mesin industri. Tenaga kerja manusia di dalam pabrik mulai diganti dengan mesin. Namun seiring dengan bergulirnya waktu, saat ini kita berada pada zaman Teknologi dan Informasi.  Sebagai contoh, kini telah di temukan alat elektronik anti bakteri pda mesin cuci, lemari es dan pendingin ruangan yaitu dengan menggunakan teknologi nano. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Perkembanganteknologimemangsangatdiperlukan.

C.    Manfaat dan Dampak dari Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi
Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan.

a)      Bidang Informasi dan Komunikasi
Manfaat :
1.      Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi  bagian manapun melalui internet.
2.      Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan   melalui handphone.
3.      Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah.

Dampak Negatif :
1.      Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas).
2.      Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu.
3.      Kerahasiaan alat tes semakin terancam. Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.
4.      Kecemasan teknologi. Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem internet karenadisambarpetir.

b)      Bidang Ekonomi dan Industri
      Manfaat
1.       Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.
2.      Terjadinya industrialisasi.
3.      Persaingandalamduniakerjasehinggamenuntutpekerjauntukselalumenambah skilldanpengetahuan yang dimiliki.

Dampaknegatif :
1.      Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan.
2.      Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.

d)      Bidang Pendidikan
Manfaat :
            1. Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat  pendidikan.
      2. Munculnyametode-metodepembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran.

  Dampak Negatif :
1.      Kerahasiaan alat tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven,
2.      Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal.

D.    Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Masa Depan
            Bumi adalah tempat manusia bermukim telah berumur kurang lebih 4,6 milyar tahun dan manusia mulai muncul dipermukaan tidak lebih dari satu juta tahun yang lalu. Kemampuan menulis dan membaca telah ada sejak 6.000 tahun yang lalu. Pertanian mungkin sedikit lebih tua, tetapi tidak lebih tua dari itu. Ilmu pengetahuan telah mengubah sejarah selama 300 tahun, tetapi sebagai landasan teknologi yang mempunyai hubungan langsung dengan perekonomian, baru berumur 150 tahun. Kenyataan ini menunjukkan betapa cepat perkembangan ilmu pengetahuan dan betapa sangat menakjubkan, bahkan menjadi suatu yang perlu direnungkan secara mendalam. Selama berates-ratus tahun, bahkan beberapa ribu tahun kuda merupakan alat transport paling cepat. Namun, dalam satu generasi manusia modern berhasil berpindah dari pesawat baling-baling ke pesawat jet.

            Menjelang akhir Perang Dunia II, Wenher von Braun menembakkan roket V-2nya dari daratan Eropa ke Pantai Inggris. Sebelum dasawarsa 60-an berakhir, ia telah meluncurkan roket Saturn untuk mengorbitkan pesawat antariksa Apollo yang membawa manusia ke bulan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesatnya mempunyai pengaruh langsung pada kehidupan. Pengaruh tersebut sifatnya berbeda-beda, yang jelas perkembangan itu mempengaruhi empat bidang, yaitu:
a.    Bidang intelektual, meninggalkan kebiasaan-kebiasaan ataupun kepercayaan-kepercayaan tradisional dan mengambil kebiasaan-kebiasaan baru.
b.    Bidang industri dan kemampuan di medan perang.
c.    Perubahan yang dibawakannya pada organisasi-organisasi sosial, lambat-laun merambat dalam kehidupan polotik.
d.    Perubahan maupun benturan terhadap tata lingkungan.

Perkembangan IPA pada umumnya disertai proses penyuburan silang yang melahirkan berbagai bidang ilmu antardisiplin dan teknologi baru, serta peningkatannya secara berlanjut. Pola interaksi multidisiplin adalah cirri penting yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Interaksi ini telah melahirkan bidang ilmu pengetahuan lingkungan, ilmu pengetahuan yang menangani masalah kompleks dan berskala global.

E. Bioteknologi

1. Pengertian Bioteknologi
Bioteknologi berasal dari dua kata, yaitu 'bio' yang berarti makhuk hidup dan 'teknologi' yang berarti cara untuk memproduksi barang atau jasa. Dari paduan dua kata tersebut European Federation of Biotechnology (1989) mendefinisikan bioteknologi sebagai perpaduan dari ilmu pengetahuan alam dan ilmu rekayasa yang bertujuan meningkatkan aplikasi organisme hidup, sel, bagian dari organisme hidup, dan atau analog molekuler untuk menghasilkan produk dan jasa.

Dalam pengertian popular, bioteknologi dapat diartikan sebagai penerapan teknik-teknik yang sesuai  untuk mendayagunakan organisme (sel, jaringan makhluk hidup) dalam rangka memperoleh hasil yang diinginkan. Bioteknologi dapat dikatakan juga sebagai penggunaan atau pengubahan sel-sel atau senyawa/molekul biologi untuk aplikasi khusus. Aspek dari bioteknologi yang menangani proses-proses yang melibatkan mikroorganisme disebut bioteknologi mikroba. Secara umum Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
         
2. Jenis - Jenis Bioteknologi 

Bioteknologi dibagi menjadi dua, yaitu :

1.      Bioteknologi Konvensional
Bioteknologi konvensional adalah paraktik bioteknologi yang dilakukan dengan cara dan peralatan yang sederhana, tanpa adanya rekayasa genetika. Contoh produknya bir, wine, tuak, sake, yoghurt, roti, keju, tempe dll 

2.    Bioteknologi Modern
Bioteknologi modern merupakan bioteknologi yang didasarkan pada manipulasi atau rekayasa DNA, selain memanfaatkan dasar Mikrobiologi dan Biokimia. Penerapan bioteknologi modern juga mencangkup berbagai aspek kehidupan, misalnya ternak unggul hasil manipulasi genetik (peternakan), buah tomat hasil manipulasi genetik  yang tahan lama (pangan), tanaman jagung dan kapas yang resisten terhadap serangan penyakit tertentu (pertanian), hormone insulin yang dihasilkan oleh E. coli (kedokteran dan farmasi).                                           Bioteknologi modern sudah memanfaatkan metode-metode mutakhir, yaitu :   

1.    Kultur Jaringan Tumbuhan
Kultur jaringan tumbuhan merupakan teknik menumbuh kembangkan bagian tanaman, baik berupa sel, jaringan, atau organ dalam kondisi aseptik secara in vitro. Kultur jaringan dapat dilakukan karena adanya sifat totipotensi, yaitu kemampuan setiap sel tanaman untuk tumbuh menjadi individu baru bila berada dalam lingkungan yang sesuai.Dalam kultur jaringan, tanaman yang akan dikulturkan sebaiknya berupa jaringan muda yang sedang tumbuh, misalnya akar, daun muda, dan tunas. Bagiantumbuhan yang akandikulturdisebutsebagaieksplan.

a)  Teknik Kultur Jaringan
Tanaman dengan teknik kultur jaringan dapat diperoleh dengan empat tahap sebagai berikut.
1.      Tahap inisiasi adalah tahap penanaman eksplan ke dalam media. Media yang digunakanadalah media cair yang terdiri dari zat nutrisi dan zat pengatur tumbuh.
2.      Tahap multiplikasi (perbanyakankultur), eksplan akan tumbuh menjadi jaringan seperti kalus berwarna putih disebut protocorm like body (PLB).
3.      Tahap menghasilkan plantlet, PLB berkembang menjadi tanaman kecil yang disebut  plantlet.
4.      Tahap aklimatiasi, plantlet dipisah-pisahkan dan dikultur dalam media padat. Setelah plantlet tumbuh menjadi tanaman yang sempurna, maka tanaman tersebut dipindah ke  polybag.

  Kultur jaringan akan berhasil dengan baik apabila syarat-syarat yang diperlukan terpenuhi. Syarat-syarat tersebut antara lain, yaitu :
1.      Pemilihan eksplan sebagai bahan dasar untuk pembentukan kalus.
2.      Penggunaan medium yang cocok.
3.      Keadaan aseptik.
4.      Pengaturan udara yang baik.

b)      Manfaat dan Kelemahan Kultur Jaringan
Dengan melakukan kultur jaringan tumbuhan dapat diperoleh manfaat sebagai berikut.
1.      Mendapat bibik banyak dalam waktu singkat yang identik dengan induknya.
2.      Bibit terhindar dari hama dan penyakit.
3.      Menghasilkan varietas baru seperti yang dikehendaki.
4.      Mendapat hasil metabolisme tumbuhan (metabolit sekunder), misalnya karet, resin, tanpa areal tanaman yang luas dan tidak perlu menunggu tumbuhan dewasa.
5.      Melestarikan tanaman-tanaman  yang hampir punah.

C)   Selain memiliki manfaat, kultur jaringan juga memiliki kelemahan-kelemahan yaitu
         sebagai berikut.
1.      Diperlukan biaya yang relatif tinggi.
2.      Hanya mampu dilakukan oleh orang-orang tertentu saja, karena memiliki keahlian  khusus.
3.      Bibithasilkulturjaringanmemerlukan proses aklimatiasi, karena terbiasa dalam kondisi lembap dan aseptik.

2.      Rekayasa Genetika
Rekayasa genetika adalah suatu proses perubahan gen-gen dalam tubuh makhluk hidup. Rekayasa genetika dilakukan dengan cara mengisolasi dan mengidentifikasi serta memperbanyak gen yang dikehendaki.
Berbagai teknik rekayasa genetika berkembang dimungkinkan karena ditemukannya :
a)      Enzim restriksi endonuklease yang dapat memotong benang DNA.
b)      Enzim ligase yang dapat menyambung kembali benang DNA.
c)      Plasmid yang dapat digunakan sebagai wahana memindahkan potongan benang DNA tertentu kedalam sel mikro organisme.

Teknik rekayasa genetika  dapat dilakukan melalui :

1.       Rekombinasi DNA
Rekombinasi DNA adalah proses penyambung 2 DNA dari organisme yang berbeda. Hasil penggabungan DNA dari individu yang tidak sama inj disebut dengan DNA rekombinan. Gen dari satu individu yang disisipi atau digabungkan pada gen individu yang lain disebut transgen, individunya disebut transgenik. Rekombinasi DNA dapat terjadi secara alami dan buatan. Secara alami dapat terjadi dengan cara :
a)      Pindah silang, yaitu tukar menukar kromatid pada kromosom homolog sehingga DNA  terputus dan tersambungkan secara silang.
b)      Transduksi,yaitubersambungnya DNA bakteri yang satudenganbakteri yang laindenganprantara virus.
c)      Tranformasi, yaitu pemindahan sifat-sifat dari satu mikroba ke mikroba lainnya melalui  bagian-bagian DNA tertentu dari mikroba pertama.
Rekombinasi DNA secara buatan dilakukan dengan penyambungan DNA secara in vitro. Alas an dilakukan rekombinasi DNA ini adalah :
a)      Strutur DNA semua spesies sama.                    
b)      DNA dapat disambung-sambungkan.
c)      Ditemukan enzim pemotong dan penyambung.           
d)     Gen dapat terekspresi  di sel apapun.
Teknologi rekombinasi DNA memerlukan suatu prantara atau vektor untuk memasukkan gen ke dalam sel target berupa plasmid bakteri, sehingga merupakan bentuk teknologi plasmid. Plasmid adalah lingkaran kecil DNA bakteri atau eukariota bersel satu yang dapat bereplikasi.

2.       Teknik Hibridoma/Fusi Sel
Teknik hibridoma adalah penggabungan 2 sel dari organisme berbeda ataupun sama (fusi sel) sehingga menghasilkan sel tunggal berupa sel hybrid (hibridoma) yang memiliki kombinasi sifat dari kedua sel tersebut. Proses penggabungan sel menggunakan tenaga listrik, sehingga prosesnya disebut elektrofusi.
Hal-hal yang diperlukan dalam teknik hibridoma, yaitu :
a)      Sel umber gen adalah sel-sel yang memiliki sifat yang diinginkan.
b)      Sel wadah adalah sel yang mampu membelah dengan cepat (misalnya sel mieloma).
c)      Fusi gen adalahza-zat yang mempercepat fusi sel (misalnya NaNO3).
Teknik hibridoma dapat dimanfaatkan untuk pembuatan produk penting, misalnya antibodi monoclonal, pembentukan spesies baru, dan pemetaan kromosom.

3.       Kloning
Kloning berasal dari bahasa inggris clonning yang berarti suatu usaha untuk menciptakan duplikat suatu organisme melalui proses aseksual. Tujuan utama kloning adalah untuk mengisolasi gen yang diinginkan dari seluruh gen yang ada (kromoson) pada organisme donor. Untuk mencapai tujuan tersebut, kloning dapat dilakukan dengan kloning embrio dan transfer inti. Kloning embrio dilakukan dengan fertilisasi in vitro, misalnya kloning pada sapi yang secara genetik identik untuk memproduksi hewan ternak. Sedangkan kloning dengan transfer inti yaitu pemindahan inti sel yang satu ke sel lain sehingga diperoleh individu baru yang memiliki sifat baru sesuai inti yang diterimanya.

3.     Dampak Positif  dan Dampak Negatif Bioteknologi

a.       Dampak Positif  Bioteknologi

Dampak positif dari bioteknologi adalah dihasilkannya produk-produk yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahtraan manusia.
1)     Bioteknologipengelolahanlimbahmenghasilkanproduk biogas, kompos, danlumpuraktif.
2)     Bioteknologi di bidang kedokteran dapat menghasilkan obat-obatan, antar lain vaksin , antibiotik, antibodi monoklat, dan interferon
3)      Bioteknologi dapat meningkatkan variasi dan hasil pertanian melalui kultur jaringan,   fiksasi nitrogen pengendalian hama tanaman, dan pemberian hormon tumbuhan.
4)      Bioteknologi dapat menghasilkan bahan bakar dengan pengelolahan biommasa menjadi  etanol (cair) dan metana (gas)
5)      Bioteknologi di bidang industry dapat menghasilkan makanan dan minuman, antara lain pembuatan roti, natadecoco, brem, mentega, yoghurt, tempe, kecap, bir dan anggur

b.      Dampak negatif bioteknologi

1)     Menimbulkan penyakit pada manusia
         Gen-gen yang mengkode untuk pembentukan antibiotic dapat saja mengalami
         kecelakaan di dalam tubuh bakteri sehingga menyebabkan penyakit pada manusia.
2)     Menimbulkan reaksi alergi
 Timbulnya alergi yang disebabkan karena mengkomsumsi produk transgenic.
3)     Mengancam kelestarian alam
a)     Jagung hasil rekayasa genetik dapat membunuh ulat yang tidak berbahaya.
b)     Rekayasa genetika dapat menghasilkan gluma-gluma super.
c)     Tanaman rekayasa genetika dapat membahayakan burung yang memakannya.
d)    Menyebabkankepunahansebagian plasma nuftahaslikarena yang dikembangkansekaranghanyaprodukrekayasagenetikasaja.
4)    Berpotensi digunakan sebagai alat perang
Beberapa orang mungkin dengan sengaja menciptakan kombinasi gen-gen baruuntuk kepentingan perang (semacamsenjatakimiadan senjata biologi).

No comments

Post a Comment