A.
Kreasionisme Perspektif Harun Yahya:
Fakta Penciptaan yang Meruntuhkan Evolusi Makhluk Hidup.
Asal usul adanya kehidupan dan apa
yang muncul di dunia ini tidak serta merta muncul karena kebetulan sebagaimana
secara umum dinyatakan oleh Darwinisme dan Filsafat Materialisme. Makhluk-makhluk
hidup tidak mungkin berevolusi dari satu bentuk ke bentuk lain melalui
serangkaian kebetulan. Sebaliknya semua makhluk hidup diciptakan
sendiri-sendiri dan tanpa cela. Sementara pada abad ke 21 menjelang, ilmu
pengetahuan memberikan hanya satu jawaban bagi pertanyaan asal usul kehidupan
yaitu Penciptaan.
Pandangan tentang konsep penciptaan
menurut kreasionismeterdapat dua kelompok yang memiliki pernyatan berbeda.
Kelompok pertama menyatakan bahwa tuhan menciptakan alam semesta pada jutaan
atau milyaran tahun yang lalu. Pendapat kreasionis tersebut dikenal
dengan sebutan Old Earth Cretionists
(kreasionis bumi tua). Sebagian kreasionis lainnya menyatakan bahwa Tuhan
manciptakan alam semesta dalam waktu enam hari kurang dari 10000 tahun yang
lalu atau yang dikenal dengan sebutan Young Earth Creationists (kreasionis bumi
muda).
Ilmuwan kreasionis sebelum abad
ke-19 tersebut antara lain adalah ahli astronomi modern Yohannes Kepler
(1571-1630), ahli fisika modern Sir Isaac Newton (1642-1727) serta ilmuwan yang
tergolong dalam Young Earth Creationists seperti Dr. Morris, Dr. Charles
Phallogy, Dr. Willder Smith dan Dr. Dimitri Kouznetsov.Penjelasan tersebut
menunjukkan bahwa kreasionisme bukanlah gagasan baru yang memiliki cara pandang
tentang alam semesta dan manusia sebagai suatu hasil penciptaan sebagaimana
dalam kitab suci.Ilmuwan-ilmuwan di atas merupakan ilmuwan yang meyakini bahwa
alam semesta diciptakan oleh Tuhan. Mereka ada
lah ilmuwan terbesar dalam kemajuan
ilmiah penganut fakta penciptaan. Salah satu pandangan penciptaannya adalah
tentang alam semesta yang memiliki awal dan batasan serta mengembang seiring
waktu.
Kedua konsep kreasionisme tersebut
bertolak belakang dengan teori evolusi, terutama teori Darwin (1859). Charles
Darwin melalui The Origin of Species(1859), menjelaskan teori evolusi berupa
mekanisme seleksi alam dan mutasi. Teori evolusi Darwin secara tidak
langsungtelah
memunculkan kembali kontradiksinya
dengan kreasionisme. Pada dasarnya kritik atas teori evolusi munsul dari
sebagian kelompok Kristen fundamentalis atau agamawan yang menyatakan bahwa
manusia diciptakan secara terpisah dari spesies-spesies lainnya atau manusia
diciptakan sebagaimana dalam bentuknya sekarang. Kontradiksi antara
kreasionisme dengan teori evolusi berlangsung hingga abad ke-21 saat ini.
Gagasan penciptaan terpisah
(kreasionisme) merupakan gagasan yang umum diyakini oleh sebagian besar manusia
sejak berabad-abad yang lalu. Munculnya teori evolusi atas prakarsa Darwin pada
tahun 1859 adalah gagasan yang kontroversial karena bertolak belakang dengan
pandangan kreasionisme yang telah berumur ribuan tahun. Kontroversi antara
kreasionisme dengan teori evolusi terus berlangsung hingga masuk abad ke-21
yaitu munculnya pemikir muslim Harun Yahya yang terkenal dengan kreasionisme
Islamnya.Harun Yahya mengungkapkan bahwa teori evolusi merupakan sumber atau
landasan segala tindakan yang berhubungan dengan rasisme, materialisme,
komunisme, imperalisme dan sebagainya
. Segala tindakan tersebut
menurutnya tidak lain adalah sebagai implikasi dari legalisasi
teori evolusi (Darwinisme).Buku
Darwin yang berjudul The Origin of Species bu Means of Natural Selection on The
Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life, menurut Harun Yahya
buku tersebut telah memberikan posisi pembenaran secara ilmiah bagi para pelaku
penindasan terhadap ras-ras yang lebih rendah atau adanya pemberlakuan hukum
rimba. Contoh konkrit yang banyak dijadikan acuan oleh Harun Yahya,antara lain
perihal istilah Survival on The Fittest, Struggle for The Existence
(Perjuaangan untuk bertahan hidup) dan natural selection
(seleksi alam).
Dalam The Origin of species, Darwin
tidak menggunakan istilah natural selection dan struggle for existence dalam
konteks filsafat maupun sebagai landasan bagi kejahatan manusia. Kedua isti
lah tersebut digunakan Darwin untuk
menjelaskan mekanisme reproduksi, pola penyebaran makhluk, adanya persaingan
yang universal, adanya faktor barrier dalam lingkungannya, kompleksitas
hubungan antar makhluk hidup serta perjuangan yang keras dan upaya untuk
mempertahankan keberadaan masing-masing individu dan varietas yang sama maupun
genus yang sama.Pertumbuhan makhluk hidup yang semakin bertambah akan berakibat
pada kecenderungan struggle for existence yang tak terhindarkan. Adanya jumlah
individu yang melebihi daya dukung linhkungan akan memacu upaya struggle for
existence dan perjuangan melawan kondisi-kondisi fisik kehidupan.
Interpretasi Harun Yahya terhadap
istilah natural selection dan struggle for existence dapat diartikan sebagai
upaya pertahanan diri dan mengeliminir kelompok makhluk hidup yang dipandang
sebagai pesaingnya. Pandangan ini tentunya adalah masuk akal dan dapat
dibenarkan. Harun Yahya mencontohkan aplikasi konsep natural selection dan
struggle for existence pada beberapa tokoh besar dunia yang memiliki ambisi
untuk menguasai dan menaklukkan bangsa lain,seperti Adolf Hitler (1930-an)
pemimpin nazi Jerman yang menyerang bangsa Arya,Benito Musolini (pemimpin
Italia abad ke-20) yang menggerakkan fasisme hingga timbul ribuan korban jiwa,
Karl Marx dan Frederick Engels (tokoh komunisme), serta tokoh dunia dari Negara
adi kuasa George W. Bush yang akhir-akhir ini menaklukkan Negara Saddam Husein
di Irak. Tragedi peperangan dan ideoligi penjajahan adalah terinspirasi dari
pondasi teori Darwinisme.
Penjelasan di atas telah mengarahkan
bahwa teori evolusi memiliki implikasi luar di luar kajian biologi evolusi.
Harun Yahya mengakui hal ini dengan memberikan argumentasi dari berbagai
pendapat atau sudut pandang yaitu sains, filsafat dan agama. Filsafat
materialisme teori evolusi
telah dipandang sebagai filsafat
yang menyesatkan sebagian besar umat manusia. Keberadaan filsafat materialisme
dari teori evolusi merupakan wujud pengingkaran atas eksistensi Tuhan sebagai
pencipta alam. Teori ini dianggap mengajarkan ateisme yang dapat menimbulkan
bencana besarbagi umat manusia.Setelah mengkaji tentang konsep asalu-usul
makhluk hidup menurut teori evolusi. Harun Yahya berupaya meyakinkan kalangan
ilmuwan maupun agamawan untuk lebih yakin pada konsep penciptaan terpisah atau
kreasionisme dengan menyatakan bahwa seluruh kehidupan telah diciptakan oleh
Allah dalam bentuknya masing-m
asing.
DalamThe Evolution Desert,Harun
Yahya menyertakan penjelasn-penjelasan anti evolusi dan kelemahan-kelemahan
teori evolusi.Bukti evolusi yang ditunjukkan oleh evolusionis dari berbagai
bidang telah digunakan oleh Harun Yahya sebagai bukti kebohongan evolusi
makhluk
hidup yang menyesatkan masyarakat.
Harun Yahya juga menggunakan kutipan hasil penelitian para ahli: paleoantologi,
biologi molekuler,genetika, embriologi, bahkan beberapa konsep fisika
terutama Hukum II Thermodinamika dan
bidang kajian lainnya untuk menambah teori evolusi.
1.Seleksi Alam dan Mutasi; Mekanisme
Evolusi yang Keliru
Dua
mekanisme dasar evolusi adalah seleksi alam danmutasigen untuk menjelaskan
adanya spesiai dari moyang yang sama.Pernyataan tersebut dianggap keliru oleh
Harun Yahya
, karena seleksialam hanya akan
mengakibatkan kerugian-kerugian dalam mekanisme yaitu mengeliminir
individu-individu yang lemah.Mekanisme seleksi alam dan mutasi tersebut tidak
mampu mengahsilkan spesies baru,informasi genetik baru, atau organ baru yang
mengun
tungkan. Mutasi hanya akan berdampak
negative yaitu mengakibatkan kerusakan-kerusakan nukleotida-nukleotida yang
membangun DNA atau mengubah posisi struktural dan fungsionalnya.Harun Yahya
mempunyai gagasan bahwa seleksi alam yang berlaku bagi evolusi
makhluk hidup di alam tidak pernah
menghasilkan spesies baru.
Mutasi
hanya akan merugikan makhluk hidup dan tidak menambah kandungan informasi dalam
materi genetis makhluk hidup.
2.Tidak Ditemukannya Bentuk
Peralihan dalam Makhluk Hidup
Harun
Yahya menyatakan bahwa Darwin juga kesulitan dalam menunjukkan adanya bukti
peralihan pada makhluk hidup yang ada sekarang (missal: tidak ditemukan satu
makhluk pun yang sedang mengalami perubahan asal ke perubahan dalam bentuk
spesies lain).Hal ini disebabkan karena jenis-jenis makhluk hidup memang tidak
bisa berubah dan tidak mungkin terjadi perubahan dari satu bentuk makhluk hidup
ke bentuk lainnya. Misalnya dari ikan
menjadi amphibi dan reptile, reptile
ke burung atau makhluk separuh ikan-separuhamphibi dan sebagainya. Sehingga
bentuk peralihan tidak akan pernah ada. Semua fosil yang ditemukan justru
membuktikan bahwa kehidupan muncul di bumi secara tiba-tiba dan dalam
bentuk yanglebih lengkap.Ketiadaan
benttuk transisi yang menunjukkan bahwa ma
khluk hidup diciptakan secara
tiba-tiba merupakan bukti kuat bagi teori penciptaan terpisah. Harun Yahya mengajukan
sejumlah fakta kemustahilan adanya transisi makhluk hidup dari air
ke darat, sebagai berikut:
1) Adanya perbedaan yang mencolok
dalam hal beban tubuhantara hewan air dan darat, sehingga untuk mengbah diri dalam
perpindahannya dari air ke darat harus mengembangka
n sistem dan kerangka
baru secara bersamaan serta memerlukan energy yang lebih banyak untuk dapat
hidup di darat.
2) Kesenjamgan dalam hal daya tahan
makhluk hidup dalam merespon perubahan suhu yang ekstrim antara perairan dengan
daratan. Tidak masuk akan jika jenis ikan mampu beralih dan secara kebetulan
memiliki spesifikasi dalam sistem metabolismenya, sebagai contoh kilit tubuh
makhluk hidup yang dirancang harus tercipta secara tiba-tiba agar jenis
tersebut mampu hidup di darat.
3.Kekerabatan dan Keanekaragaman
Makhluk Hidup sebagai faktaPenciptaan.
Tiap jenis makhluk hidup tidak
berkerabat satu sama lain dan tidak diturunkan dari moyang yang sama.
Masing-masing merupakan hasil dari suatu tindakan penciptaan tersendiri. Ini
adalah sebagian dari gagasan pokok kreasionismenya. Variasi yang ditemukan pada
makhluk hidup merupakan hasil aneka kombinasi informasi genetic yang sudah ada
dan dalam prosesnya tidak terjadi penambahan karakteristik baru pada informasi
genetia tersebut. Lebih lanjut Harun
Yahya mengungkapkan adanya variasi
terbatas dalam hal informasi yang ada. Dalam genepool
variasi dapat menyebabkan
karakteristik yang ada dalam kelompok gen suatu spesies yang bisa
muncul dengan beragam cara. Sebagai
contoh, pada spesies reptile dapat ditemukan variasi dengan varietas reptile
berkaki pendek dan berekor panjang tetapi variasi tersebut bukan berarti
mengubah spesies reptile menjadi burung dengan menambahkan bagian sayap maupun
mekan
isme metabolismenya.
Adanya
kemiripan antar makhluk hidup pada organ, DNA maupun perkembangan
embriologisnya adalah petunjuk kesempurnaan dalam hal struktur dan fungsinya
masing-masing. Konsep biologi evolusi tentang organ vestigial (organ
peninggalan), homologi,rekapitulasi embriologis hanyalah suatu konsep yang
keliru. Harun Yahya mengajukan bebrpa fakta penciptaan yang tidak sesuai dengan
bukti evolusi, misalnya bentuk lipatan cekung pada ujung mata adalah struktur
bagian mata yang berfungsi untuk melumasi bulu mata, jadi bukan sebagai organ
peninggalan yang tidak berfungsi. Kemiripan pada struktur mata berbagai makhluk
hidup (missal mata gurita dan manusia yang memiliki struktur dan fungsi mata
yang sangat mirip)bukanlah homologi. Perkembangan embriologi organ makhluk
hidup sangatlah berbeda. Harun Yahya juga berpandangan bahwa perbedaan
molekuler antar makhluk hidup yang tampaknya mirip dan berkerabat sangatlah
besar.
4.Bukti Paleontologi yang
Menggugurkan Teori Evolusi.
Harun Yahya menyatakan bahwa
peninggalan fosil tidakmenunjukkan adanya bentuk transisi tetapi menunjukkan
penciptaan tiap kelompok makhluk hidup secara terpisah. Paleontology sebagai
salah satu bukti langsung adanya evolusi makhluk hidup telah dianggap sebagi
bukti yang justru meruntuhkan teori evolusi dan menunjukkan evolusi makhluk
hidup tidak benar. Penemuan-penemuan fosil tidak menunjukkan adanya bentuk
transisi dan ini berarti bahwa penemuan fosil tersebut telah membuktikan bahwa
kehidupan di bumi muncul sudah dalam bentuk yang lengkap,sebagaiman munculnya
beraneka ragam spesies dalm ledakan kambrium.
Lapisan kambrium dainggap oleh Harun
Yahya sebagai lapisan bumi yang tertua tempat fosil-fosil makhluk hidup
ditemukan.Benarkah demikian? Fosil-fosil yang ditemukan dalam lapisan
kambrium antara lain siput,
trilobite, bunga karang, cacing tanah, ubur-ubur, landak laut dan invertebrate
kompleks lainnya.Munculnya spesies makhluk hidup secara tiba-tiba pada masa ka
mbrium merupakan fakta penciptaan
yang menunjukkan bahwa makhluk hidup tercipta sebagaimana bentuknya
masing-masing tanpa proses evolusi.
5.Fakta Paleoantropologi: Manusia
Tidak Semoyang dengan Kera.
Dalam “Keruntuhan Teori
Evolusi”,Harun Yahya mengajukan fakta penting ini untuk menjelaskan bahwa
manusia, kera maupun mamalia lainnya adalah makhluk berbeda yang diciptakan secara
terpisah. Penemuan para paleontropolog dunia telah diungkapkan oleh Harun Yahya
di dalam bukunya. Sebagai contoh, ras manusia purba yang dikenal dengan nama
manusia
Piltdown yang ditemukan Charles
Dawsan di Inggris tahun 1912 merupakan manipulasi dua
temuan fosil yang berbeda.
Manipulasi fosil tersebut berupa perpaduan dua tengkorak manusia berumur 500
tahun dengan tulang rahang dari kera yang belum lama mati. Hal tersebut
diketahui pada tahun 1949 oleh Kenneth Oakley dengan menggunakan metode “Pengujian
fluorin”untuk menentukan umur fosil. Hasilnya menjelaskan bahwa tulang rahang
yang selama itu dianggap sebagai tulang rahang manusia Piltdown ternyata tulang
kera.
6.Kerumitan dan Kesempurnaan Makhluk
Hidup sebagai Bukti Kreasionisme.
Menurut Harun Yahya, kerumitan yang
ditemukan pada tubuh makhluk hidup merupakan hasil ciptaan Sang Pencipta, bukan
suatu proses kebetulan. Secara sadar manusia harus mampu
mengamati lebih teliti bahwa dalam
setiap makhluk hidup memiliki kerumitan structural. Salah satu contoh
structural rumit yang ditunjukkan oleh Harun Yahya adalah mata trilobita.
Trilobita adalah arthropoda (hewan beruas) yang menyerupai kepiting dan
serangga, yang hidup didasar laut pada 600-250 juta tahun yang lalu. Mata
trilobite tersusun dari ribuan unit mata yang memiliki sistem lensa ganda yang
rumit.Menurut ahli geologi, Daud Raup, mata trilobite memi
liki desain optimal yang hanya bisa
diciptakan oleh perancang. Maka tidak akan ada seorang perancang pun yang mampu
menandingi rancangannya selain intelligent designer yaitu Allah.
Tentunya gagasan Harun Yahya yang
menganggap bahwa mata trilobita sebagai bukti bahwa
makhluk tersebut merupakan hasil
suatu tindakan penciptaan dengan strukturnya yang sangat rumit sadalah masuk
akal.
Kecanggihan sistem organ tubuh
makhluk hidup adalah hasil kesempurnaan kehendak dan kebijakan-Nya yang
mengindikasikan teknologi super canggih. Hal ini jelas bukanlah teknologi yang
dapat ditandingi oleh siapapun. Struktur DNA yang sedemikian rumitnya mampu
menjadi sumber genetis yang dapat menghasilkan sistem organ yang berbeda-beda
dengan kode-kode genetic yang beraneka ragam.Dari informasi genetik tersebut
dapat terancang sekian macam organ tubuh yang kompleks menurut struktur dan
fungsinyamasing-masing.
B.
Implikasi Pandangan Harun Yahya
Tentang Teori Evolusi Makhluk Hidup dalam Hubungannya dengan Sains dan Agama.
Gagasan
Harun Yahya tentang fakta-fakta penciptaan adalah gagasan yang patut untuk
dipertimbangkan. Gagasan kreasionismenya mampu mengangkat Islam dalam upaya menjelaskan
fenomena kehidupan serta upayanya untuk merunuthkan teori evolusi. Pendekatan
sains, filsafat dan agama, Harun Yahya dalam kajiannya tentang teori evolusi,
telah memposisikan secara jelas bahwa teori evolusi merupakan teori sains yang
materialistic dan ateistik. Harun Yahya dan para pendukungnya juga berupaya
mensinergikan sisi ilmiah,filosofis dan teologis (Islam) untuk menunjukkan
kekeliruan teori evolusi.Gagasan alternative yang dilancarkan oleh Harun Yahya
dan para pendukungnya tersebut disampaikan dalam bahasa yang
cukup sederhana,jelas dan disertai
sajian ilustrasi menarik bagi para pembacanyaa.
Meskipun karyanya disampaikan dalam
bahasa yang sederhana namun mengandung muatan makna dan maksud yang provokatif.
Upaya tersebut juga terbukti dari manajemen syiarnya yang terorganisir
professional dan lancar berkat upaya para pendukungnya.Sesuai perkembangan
sains dan teknologi, berbagai media informasipun dipergunakannya untuk
menyebarluaskan syiar Islamnya. Sebagian kaum intelektual menganggap Harun
Yahya sebagai contoh keberhasilan pemikirIslam awal abad ke-21 yang mampu
memadukan sains dan agama.Menurut beberapa pendapat pemerhati
karya-karyanya,keberhasilan Haru Yahya telah mampu mensejajarkan dirinya dengan
tokoh pemikir muslim besar kontemporer, seperti Syaikh Yusuf
Qardhawi atau Sayyed HusseinNasr.
Semua itu tidak lain karena gagasan
Harun Yahya saatini telah berpengaruh terhadap berbagai kalangan. Namun, ada
baiknya gagasannya perlu ditinjau kembali serta dipertimbangkan kembali,
kemungkinan kreasionismenya akan berimplikasi terhadap berbagai bidang
pemikiran,
terutama dalam hubungannya dengan
sains dan agama serta eksistensi manusia dalam kehidupan.
C.
HubunganTeoriEvolusiHarun Yahya
dengan Eksistensi Manusia.
Dalam konteks sains yang menghubungkan
realita agama,seharusnya memandang evolusi makhluk hidup bukan dalam konteks
ilmu yang bertujuan pengingkaran kepada Allah tetapi just
ru untuk memahami sunatullah atas
segala proses ciptaan menurut kehendak-Nya. Padadasarnya urusan keyakinan pada Allah
akan tampak dari sikap masing-masing individu. Sejak zaman bermula, mereka yang
mengingkari bahwa mereka telah diciptakan oleh Allah senantias menyata
kan bahwa manusia dan alam semesta
tidaklah diciptakan, dan selalu berusaha membenarkanpernyataan yang tidak masuk
akal itu. Menurut Harun Yahya, dukungan yang terbesar bagi mereka tiba di abad
ke-19, berkat teori Darwin.Pemikiran inilah yang keliru dan menyalahi agama.
Harun Yahya menyarankan agar manusia harus yakin dengan pencipt
aan sebagai bukti nyata
Kemahakuasaan Allah.
Manusia memang memiliki
kebebasandalam berpikir dan bisa percaya terhadap apapun yang ingin
dipercayainya. Akan tetapi tidak ada jalan tengah bagi teori yang mengingkari
Allah dan ciptaan-Nya, sebab hal itu berarti tawar menawar dalam unsure dasar
agama. Tentunya perilaku yang mengingkari-Nya sama sekali tidak bisa diterima
menurut agama. Jika kreasionisme Harun Yahya adalah bentuk kekhawatiran
terhadap pengingkaran adanya Allah dan upaya dakwah
Islam, maka gagasan tersebut patut
mendapat respon positif bagi para pembacanya.Walaupun pada dasarnya menyadarkan
kaum yang telah ingkar pada Allah atau sama sekali tidak mempercayai-Nya
(ateis) untuk sadar dan beriman pada Allah adalah bukan hal yang mudah. Selain
dengan alasan hak asasi mereka masing-masing dalam urusan agama, mereka juga
telah kuat dengan keyakinannya sendiri. Menurut Albert Camus dikutip dalam
Huston Smith mengatakan bahwa kaum ateis memiliki keyakinan yang kuat pada
hal-hal yang non religious dan untuk mendukung ateisnya mereka berusaha hidup jujur,
tidak berbohong, tidak beragama, bahkan mereka juga mengatakan bahwa beragama
sama halnya dengan hidup dalam kebohongan serta menganggap reputasi yang jelek
tentang agama.Berdasarkan pada pola piker ateis yang demikian itulah maka
pantas juga jika Harun Yahya sangat gencar mendakwahkan tentang k
ebenaran Al Quran dan agama.
Implikasi pandangan Harun Yahya
tentang eksistensi manusiaadalah sebuah realita yang dapat dipahami dalam
konteks keilmuwan.Versi teologi Islamlah yang menjadi spesifikasi pendekatan
sains teistik kreasionismenya untuk meruntuhkan teori evolusi Darwin.Penjelasan
tersebut diperkuat juga dengan pernyataan Teuku Jacobyang menyatakan bahwa
kreasionisme Harun Yahya sebenarnya merupakan pemunculan kembali dari
kreasionisme yang pernah ramai di California yang datang dari kalangan Kristen
penent ang evolusi Darwin.Kesamaan-kesamaan tersebut terlihat dari penjelasan
kreasionisme Harun Yahya yang dipaparkannya tidak member rincian dan keterangan
alternatif apapun tentang bukti-bukti evolusi menurut kreasionisme sebagai
teoriilmiah. Banyak terdapat kontradiksi dan inkoherensi dalamnya uraiannya
sehingga lebih tepat jika disebut sebagai kampanye anti evolusi.Merespon
ateisme suatu teori evolusi menurut Harun Yahya, Jacob menjelaskan bahwa sebenarnya
tidak ada okorelasi antara ateisme, agamadan ilmu. Orang dapat saja beragama
sekaligus berilmu, dapat juga orang tidak beragama dan tidak berilmu serta
tidak percaya pada ilmu pengetahuan. Sehingga, ada kemungkinan bagi mereka yang
beriman menggunakan sistem eksplanasi untuk menjelaskan kehidupan secara
alamiah.Pada kenyataannya Harun Yahya secara tegas mengajukan faktapenciptaan
untuk melawan teori evolusi.Manusia sebagai makhluk berakal tentu sadar dengan
keberadaannya sabagai makhluk hidup beserta kemajemukan yang ada disekitarnya
sebagai satu kesatuan penting untuk direnungkan. Setidaknya hal ini merupakan
salah satu ibadah disamping ibada
h yang lain. Manusia seharusnya
menyadari bahwa semua ini tidak akan dapat berdiri dengan
sendirinya. Ini berarti bahwa segala
hal yang ada disekitarnya itu terbatas,demikian pula pada dirinya sendiri.
Kesadaran akan dirinya dan segala hal disekitarnya ini akan membawa manusia
kepad kesadaran lain akan adanya yang tak terbatas,sesungguhnya upaya untuk
mengaitkan antara teori buatan manusia (kreasionisme dan teori evolusi) dengan
agama adalah hal yanhg dapat membahayakan pola piker manusia yang berpikiran
sempit. Agama dan kitab sucinya adalah kebenaran mutlak yang tidak dapat
ditawar-tawar lagi. Apabila terjadi interpretasi ataupenafsiran yang keliru
terhadap kitab suci, maka justru akan menyalahi kebenaran kitab suci itu
sendiri. Teori sains dan Kitab suci maupun ilmuwan dan agamawan, seharusnya
menjadi bagian yang saling melengkapi. Begitu juga dengan teori evolusi,
kreasionisme dan agama,
kreasionisme dan evolusi tidak
pernah mampu memberikan kebenaran bukti ilmiah dalam hal eksperimentasi yang
detail dan dapat diulangi dengan seksama. Kedua teori yang menjelaskan tentang
asal-usul kehidupan tersebut hasil dari pikiran manusia yang memprediksi
sesuatu yang telah ada jauh sebelum manusia
itu sendiri dilahirkan. Waktu Allah menciptakan alam semesta dan kehidupannya,
manusia sebagai pencetus awal dari semua itu hanya Allah. 26 Manusia harus
meyakini bahwa pada waktu-waktu tertentu bukti ilmiah dari krasionisme dan
teori evolusi tidak sel amanya menjadi pembawa kebenaran absolute, karena semua
itu bersifat nisbi. Akal yang dipergunakan sebagai sarana untuk mencapai
keputusan akhir tersebut masih dapat terkontaminasi oleh lingkungan di mana
pemikir itu tinggal, waktu di mana ia hidup, kecakapan dir dan faktor-faktor
lainnya. Keyakinan ini seharusnya bukan semata-mata taqlid buta atnpa
menggunakan akal pikiran untuk menelusuri ciptaan-Nya dalam tinjauan sains.
Sebab, manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi telah dikaruniai
kemampuan akal pikiran. Optimalisasi pemanfaatan akal pikiran pada manusia
memang akan memunculkan kecenderungan untuk terus mencari tahu, menelusuri dan
mengkaji fenomena kehidupan yang ada disekitarnya selama manusia
tersebut masih diberi kesempatan hidup dan kemampuan beraktifitas di alam nyata
ini.

No comments
Post a Comment