Pengertian ilmu ekonomi makro, aspek ontologi, epistimologi dan ontologi

Makroekonomi  adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak masy... thumbnail 1 summary

Makroekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak masyakarakat, perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.
Meskipun ekonomi makro merupakan bidang pembelajaran yang luas, ada dua area penelitian yang menjadi ciri khas disiplin ini: kegiatan untuk mempelajari sebab dan akibat dari fluktuasi penerimaan negara jangka pendek (siklus bisnis), dan kegiatan untuk mempelajari faktor penentu dari pertumbuhan ekonomi jangka panjang (peningkatan pendapatan nasional). Model makroekonomiyang ada dan prediksi-prediksi yang ada jamak digunakan oleh pemerintah dan korporasi besar untuk membantu pengembangan dan evaluasi kebijakan ekonomi dan strategi bisnis.
Aspek Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi Ilmu Ekonomi Makro
Ilmu ekonomi merupakan bagian dari ilmu-ilmu sosial dan memiliki obyek formal sama dengan obyek formal ilmu-ilmu sosial lainnya. Adapun obyek material ilmu ekonomi terkait dengan bagaimana manusia melakukan pilihan dalam memenuhi kebutuhan. Dalam melaksanakan pendidikan ekonomi para pendidik harus memahami karakteristik utama bidang ekonomi dan dituntut untuk memiliki kompetensi professional penguasaan bahan, pengelolaan pembelajaran, pengelolaan kelas, penggunaan media dan sumber belajar, menguasai landasan pendidikan, mengelola interaksi belajar mengajar, menilai prestasi belajar, pengenal fungsi bimbingan belajar, menyelanggarakan administrasi sekolah, dan mengatasi penelitian pengajaran. Dalam tulisan ini dibahasberbagai aspek dan dimensi yang terkait dengan pendidikan ekonomi, khususnya di sekolah menengah.


Secara institusional Pendidikan Ekonomi merupakan suatu nama jurusan ataupun program studi yang berada di lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) dan memiliki kewenangan untuk melahirkan tenaga kependidikan di bidang ekonomi. Terlepas dari tugas baru mencetak para ekonom yang merupakan perluasan mandate ( Wider mandate) yang dilakukan di beberapa perguruan tinggi ( termasuk UPI) yaitu dengan dibukanya program studi non kependidikan, tugas utama jurusan pendidikan ekonomi adalah mencetak para pendidik (guru) yang memiliki kompetensi dalam bidang ekonomi. Pendidik bidang studi ekonomi harus memahami dan mampu mentransfer ilmu ekonomi kepada anak didik baik ilmu ekonomi sebagai disiplin ilmu mandiri maupun sebagai bagian dari ilmu pengetahuan sosial (IPS).

Sebagai bagian dari ilmu sosial, ilmu ekonomi memiliki objek formal yang sama dengan ilmun sosial lainnya. Kosasih Djahiri (Dalam Sadeli, 1999:2) mengatakan bahwa; “salah satu program pendidikan IPS adalah yang secara kognitif melatih dan membekali anak didik dengan conceptual-knowledge yang layak, kemampuan berfikir dan memecahkan masalah dan secara metacognitive awarnes and skill membekali kemampuan penalaran dan belajar yang luas, begitu pula dengan pelajaran ekonomi, siswa diharapkan mampu menerapkan konsep dan teori ekonomi dalam menghadapi permasalahan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. Samueson (2004) menjelaskan bahwa ilmu ekonimi memang berkaitan dan sangat sangat berdekatan dengan ilmu-ilmu sosial seperti ilmu politik, psikologi, sejarah, dan antropologi adalah ilmu-ilmu sosial yang sering bertumpang tindih dengan apa yang dipelajari oleh ilmu ekonomi.
Tetapi keterkaitan antar disiplin ilmu dalam bidang ekonomi merupakan fakta yang perlu disusun dan diatur dengan tujuan untuk pengembangan dan pengujian teori ekonomi itu sendiri. Ilmu sosial merupakan tinjauan ilmiah yang membahas gejala-gejala yang muncul dalam kehidupan sosial insani. Berdasarkan pengalaman sehari-hari, kita menyadari bahwa gejala sosial itu bermacam-macam coraknya. Atau bias juga, satu gejala sosial mengandung beberapa yang kompleks. Akibatnya, ilmu pengetahuan sosial harus terbagi lagi menjadi beberapa cabang ilmu.

Ada tiga aspek yang membedakan ilmu ekonomi dengan ilmu lainnya, yakni ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
1. Ontologi
Ontologi ialah hakikat apa yang dikaji atau ilmunya itu sendiri.  Ontologia pembahasan tentang hakekat pengetahuan. Ontologi membahas pertanyaan-pertanyaan semacam ini: Objek apa yang ditelaah pengetahuan? Adakah objek tersebut? Bagaimana wujud hakikinya? Dapatkah objek tersebut diketahui oleh manusia, dan bagaimana caranya?



Sebagai contoh, bagaimana kita mendefinisikan manusia, maka berbagai penegertianpun akan muncul pula. Contoh : Siapakah manusia iu ? jawab ilmu ekonomi ialah makhluk ekonomi. Ilmu Ekonomi dibagi dalam 3 bagian utama : eonomi makro, ekonomi lingkungan, dan ekonomi pedesaan.

Ilmu ekonomi mempunyai perebidaan dengan ilmu social lainnya, yaitu terletak pada objek materialnya dimana ilmu ekonomi memiliki inti permasalahan yaitu kelangkaan. Sehingga objek ilmu ekonomi adalah mempelajari bagaimana manusia melakukan pilihan dari adanya kelangkaan sumber daya ekonomi untuk digunakan dalam pemenuhan kebutuhan untuk kegiatan konsumsi maupun produksi. Dari permasalahan di atas jelas bahawa permasalahan ekonomi timbul karena adanya kebutuhan yang jumlahnya tak terbatas sedangkan alat-alat pemuas kebutuhan adanya terbatas.

Ilmu ekonomi ekonomi memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan ilmu lain. Ilmu ekonomi tidak diciptakan secara mendadak tetapi berkembang melalui suatu proses yang panjang. Ilmu ekonomi dianggap sebagai suatu disiplin ilmu yang baru mulai tahun 1776, yaitu sejak ditulis dan diterbitkannya buku yang terkenal yang berjudul : The Wealth Of Nation tahun 1776 karya adam smith. Sejak saat itu ekonomi sebagai ilmu mengalami perkembangan yang begitu pesat dari waktu ke waktu. Bahkan sekarang ilmu ekonomi berkembanag tidak hanya kearah kualitatif juga kearah yang kuantitatif sehingga dikenal juga cabang ilmu ekonomi yaitu ekonometrika. 

2. Epistimologi
Yang dimaksud dengan epistimologi ialah bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar. Epistemologi adalah pembahasan mengenai metode yang digunakan untuk mendapatkan pengetahuan. Epistemologi membahas pertanyaan-pertanyaan seperti: bagaimana proses yang memungkinkan diperolehnya suatu pengetahuan? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Lalu benar itu sendiri apa? Kriterianya apa saja?



Karakteristik metode yang digunakan untuk mendapatkan pengetahuan dalam bidang ekonomi adalah:
1. Mata pelajaran ekonomi berangkat dair fakta atau gejala yang nyata. Kemyataan menunjukan bahwa kebutuhan manusia tidak terbatas, sedangkan sumber-sumber ekonomi sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan jumlahnya terbatas/langka. Tidak terbatasnya kebutuhan manusia dan kelanggkaan sumber ekonomi tersebut dapat dijumpai di mana-mana. Ilmu ekonomi mampu menjelaskan gejala –gejala tersebut, sebab ilmu ekonomi dibangun dari dunia nyata.
2. Mata pelajaran ekonomi mengembanagkan teori-teori untuk menjelaskan fakta-fakta secara rasional. Agar manusia mampu membaca dan menjelaskan gejala-gejala ekonomi secara sistematis, maka disusunlah konsep dan teori ekonomi menjadi bangunan ilmu ekonomi. Selain memenuhi persayaratan sistematis, ilmu ekonomi juga memenuhi persayaratan keilmuan lain yang objektif, dan mempunyai tujuan yang jelas.
3. Umumnya analisis yang digunakan dalam ilmu ekonomi adalah metode pemecahan masalah.
4. Metode pemecahan masalah cocok untuk digunakan dalam analisis ekonomi sebab objek dalam ilmu ekonomi adalah permasalahan dasar ekonomi.
5. Inti dari ilmu ekonomi adalah alternative terbaik. Apabila sumber ekonomi keberadaannya melimpah, maka ilmu ekonomi tidaklah diperlukan bagi kehidupan manusia. Demikian juga dengan penggunaan sumber ekonomi sudah tertentu (tidak digunakan secara alternative ), ilmu ekonomi juga tidak digunakan lagi.
6. Lahirnya ilmu ekonomi karena adanya kelangkaan sumber pemuas kebutuhan manusia.



Metode penelitian disiplin ekonomi
1. Analisis data secara matematik dan statistic dari pemerintah atau dokumen lain (misalnya, GNP, angka penganguran, tingkat kebutuhan dasar, sensus)
2. Survey (dari pendapat umum)
3. Study kasus
4. Pengembangan dan pengujian model secara teoritis
5. perbandingan antar bangsa
6. kontruksi table, bagan dan grafik
7. penghitungan rasio dan presentase
8. penghitungan jumlah indeks (indeks harga, dsb)
9. penghitungan rata-rata dan distribusi tentang rata-rata (seperti, rata-rata median dan aritmatik)



3. Aksiologi
Aksiologi ialah menyangkut masalah nilai kegunaan ilmu. Ilmu tidak bebas nilai. Artinya pada tahap-tahap tertentu kadang ilmu harus disesuaikan dengan nilai-nilai budaya dan moral suatu masyarakat; sehingga nilai kegunaan ilmu tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat dalam usahanya meningkatkan kesejahteraan bersama, bukan sebaliknya malahan menimbulkan bencana.



Teori ekonomi mengatakan karena banyaknya utang luar negeri jatuh tempo (harus dibayar), hutang itu harus dibayar dengan dolar, maka banayak sekali orang yang memerlukan dolar, karena orang banyak membeli dolar harga akan naik dalam rupiah.

Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa Dalam pembelajaran ekonomi yang akan dikembangkan dalam pembelajaran ekonomi sebagaimana pendapat (Nursid Sumaatmaja; 1980:36) sebagai berikut : sikap hemat, sikap atau kebiasaan membandingkan harga jika belanja, kesadaran akan kualitas dalam berbe3lanja, sikap bertanggung jawab atas perbuatan sendiri, sikap rasional ilmiah, sikap memecahkan masalah, tekun, belajar yang baik, sportif, dan berjuang gigih.

Nilai-nilai ekonomi yang harus dikembangkan dalam proses pembelajaran ekonomi adalah: energik, inisiatif, hemat, produktif, menabung, kerja keras, orientasi laba, berani mentganbil resiko, tabah, mempunyai motivasi yang tinggi dan pantang menyerah

No comments

Post a Comment